MAKASSAR, ACTANEWS.CO.ID – Calon Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Mangkaluku Kota Palopo, Yasir, memaparkan rencana strategis transformasi perusahaan untuk periode 2026โ2031. Dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) yang digelar di Hotel Grand Maleo, Makassar, Rabu (22/4/2026), Yasir menitikberatkan pada perluasan akses layanan dan penekanan angka kebocoran air secara signifikan.
Dalam paparannya, Yasir memetakan lima masalah krusial yang dihadapi Perumda Tirta Mangkaluku (TM): kapasitas intake dan produksi yang belum memadai, tingkat kehilangan air (non-revenue water/NRW) yang masih tinggi, lambatnya penagihan piutang, likuiditas perusahaan yang terlalu tinggi, serta penggunaan modal yang tidak efisien. Kondisi ini mencerminkan tantangan umum yang dihadapi banyak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Indonesia, di mana rata-rata tingkat NRW nasional masih berada di kisaran 30-35 persen.
Hingga akhir tahun 2025, Perumda Tirta Mangkaluku mencatatkan cakupan layanan sebesar 77 persen atau menjangkau 143.891 jiwa dengan total 45.271 sambungan pelanggan. Dengan populasi Kota Palopo sekitar 180.500 jiwa, angka tersebut berarti masih ada ruang perluasan yang signifikan. Namun, perusahaan masih dibayangi tantangan teknis berupa tingkat kehilangan air atau NRW yang mencapai 32 persen,.cukup tinggi meski masih di bawah rata-rata nasional serta kapasitas produksi yang belum optimal.
“Kapasitas produksi saat ini belum memadai dan tingkat kehilangan air masih tinggi. Selain itu, pemanfaatan modal perusahaan perlu dioptimalkan agar lebih efisien,” ujar Yasir di hadapan tim penguji.
Target Teknis
Untuk menjawab tantangan tersebut, Yasir mengusung visi membawa Perumda TM menjadi perusahaan dengan daya saing global. Salah satu sasaran utamanya adalah menambah 16.000 sambungan baru dalam lima tahun ke depan guna mengejar target cakupan layanan 95 persen pada 2031. Target ini setara dengan peningkatan cakupan sekitar 18 persen poin, yang jika tercapai akan mendekati target nasional akses air minum layak.
Pada aspek teknis, ia memproyeksikan penurunan tingkat kebocoran air dari 32 persen menjadi 23 persen. Meskipun target tersebut masih di atas ambang ideal nasional (di bawah 25 persen menurut beberapa rekomendasi pemerintah), penurunan sebesar 9 persen poin sudah merupakan langkah maju yang signifikan.
Strategi yang disiapkan meliputi penerapan sistem zonasi jaringan, patroli rutin, hingga penguatan partisipasi pelanggan dalam pelaporan kebocoran. Yasir juga menjanjikan jaminan layanan air minum 24 jam yang memenuhi standar kualitas regulasi Kementerian Kesehatan.
Efisiensi Organisasi
Selain perbaikan infrastruktur, Yasir menekankan pentingnya pembenahan internal dan kesehatan finansial. Ia berencana melakukan rasionalisasi rasio pegawai menjadi 6 orang per 1.000 pelanggan untuk meningkatkan produktivitas kerja. Angka ini tergolong sedang-menurun dibandingkan rata-rata banyak PDAM yang masih di atas 7-8 orang per 1.000 pelanggan pada kategori kurang sehat.
Dari sisi keuangan, ia menargetkan percepatan penagihan piutang dari rata-rata 55 hari menjadi 45 hari. Langkah ini diambil untuk memastikan keseimbangan arus kas perusahaan tetap terjaga dengan target rasio biaya operasional (operating ratio) di bawah 0,95. Dengan efisiensi ini, perusahaan diharapkan tetap meraih laba tanpa harus memberikan beban tambahan kepada masyarakat melalui kenaikan tarif.
Optimalisasi Laba
Aspek finansial menjadi salah satu poin krusial dalam rencana bisnis yang ditawarkan. Yasir optimistis dapat meningkatkan perolehan laba perusahaan tanpa harus membebani masyarakat melalui kenaikan tarif. Strateginya bertumpu pada pengendalian biaya operasional dengan menjaga operating ratio tetap di bawah angka 0,95.
“Kami fokus pada optimalisasi laba melalui efisiensi internal. Salah satunya dengan mempercepat penagihan piutang dari rata-rata 55 hari menjadi 45 hari, sehingga arus kas perusahaan lebih sehat untuk mendukung investasi infrastruktur,” ujar Yasir di hadapan tim penguji.
Proses Seleksi
Proses uji kelayakan ini merupakan bagian dari langkah Pemerintah Kota Palopo untuk mempercepat transformasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Hal ini selaras dengan target nasional untuk menyediakan akses air minum layak bagi seluruh masyarakat, meskipun target air minum yang benar-benar aman (dikelola dengan standar tinggi) secara nasional masih realistis di kisaran 40-45 persen pada 2030.
Tim penguji dalam seleksi ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman. Anggota tim lainnya terdiri dari Penjabat Sekda Palopo Zulkifli, Guru Besar FISIP Universitas Hasanuddin Prof. Sangkala, Ketua PD Perpamsi Sulsel H. Hasanuddin Kamal, serta Kepala BKPSDM Palopo Ilham.
Dalam proses seleksi ini, setiap peserta diberikan waktu terbatas untuk meyakinkan tim penguji. Mekanisme ujian dibagi menjadi dua sesi utama, yakni pemaparan visi-misi selama 10 menit, diikuti dengan sesi tanya jawab serta diskusi mendalam bersama tim penguji selama 30 menit.
Menutup paparannya, Yasir berkomitmen untuk segera merampungkan dokumen resmi rencana bisnis paling lambat dua bulan setelah menjabat jika nantinya terpilih. Ia memastikan program-program strategis dari periode sebelumnya akan tetap diintegrasikan guna menjaga keberlanjutan layanan. (RA)

Leave a Reply