MAKASSAR, ACTANEWS.CO.ID – Universitas Negeri Makassar (UNM) melalui Fakultas Ilmu Pendidikan melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Tahun Anggaran 2026 di SLB-C YPPLB Makassar, Selasa (1/9/2026).
Dengan kegiatan yang bertajuk “Penguatan Kompetensi Guru SLB dalam Penerapan Intervensi Dini Berbasis Bermain bagi Anak Berkebutuhan Khusus” ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam memberikan stimulasi perkembangan yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan setiap anak.
Intervensi dini berbasis bermain menjadi fokus utama kegiatan. Melalui pendekatan ini, guru didorong untuk menjadikan aktivitas bermain bukan sekadar kegiatan rekreatif, tetapi sebagai strategi pembelajaran yang terarah untuk menstimulasi kemampuan komunikasi, sosial-emosional, kognitif, motorik, dan kemandirian anak.
Program ini sekaligus menjawab sejumlah tantangan yang dihadapi guru SLB, khususnya keterbatasan dalam merancang kegiatan bermain yang terstruktur serta menyusun intervensi berdasarkan kebutuhan perkembangan individual peserta didik.

Tim pengabdian memberikan penguatan konseptual dan keterampilan praktis kepada guru agar mampu mengintegrasikan intervensi dini ke dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendorong pembelajaran yang lebih adaptif dan berpusat pada kebutuhan anak.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim Fakultas Ilmu Pendidikan UNM yang diketuai Dra. Dwiyatmi Sulasminah, M.Pd., bersama Prof. Dr. Abdul Hadis, M.Pd., Dr. Faizal, M.Si., Awayundu Said, M.Pd., dan Nur Wulandani, S.Pd., M.Pd.,serta melibatkan mahasiswa.
Pelaksanaan PKM juga menjadi momentum memperkuat kemitraan antara Universitas Negeri Makassar dan SLB-C YPPLB Makassar dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.
Selain pelatihan, program ini diarahkan pada keberlanjutan melalui penyusunan panduan praktis intervensi dini berbasis bermain yang dapat dimanfaatkan guru dalam merancang kegiatan stimulasi secara sistematis dan kontekstual.
Melalui program ini, UNM diharapkan terus berkontribusi dalam menghadirkan layanan pendidikan khusus yang lebih adaptif, bermakna, dan sesuai dengan potensi serta kebutuhan setiap anak berkebutuhan khusus. (GG)

Leave a Reply