Diduga Ilegal, Aktivitas Tambang Galian C di Latuppa Kota Palopo Picu Keresahan Warga

|

13 Views

PALOPO, ACTANEWS.CO.ID – Tambang galian C diduga ilegal di Latuppa kembali jadi sorotan masyarakat Kota Palopo.

Diketahui, tambang galian C ilegal yang berada dikilo 6 sangat dekat dengan destinasi wisata sungai jodoh.

Sejumlah alat berat terlihat sedang mengeruk material berupa tanah cadas mengisi puluhan unit mobil tongkang untuk kemudian selanjutnya dijual kembali.

Berdasarkan data dari ESDM Provinsi Sulawesi Selatan, lokasi tambang galian C yang sedang beroprasi di Latuppa kilo 6 Kecamatan Wara, Kota Palopo merupakan lokasi yang tidak terdaftar secara legal.

Salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan identitasnya mengatakan bahwa tambang tetsebut telah berjalan sudah cukup lama. Menurutnya, selain berpotensi merusak destinasi wisata masyarakat juga mulai risih karena banyaknya debu yang disebabkan oleh kendaraan tongkang yang keluar masuk lokasi, meski demikian hal ini justru terkesan dibiarkan begitu saja oleh Polisi.

Dalam hal itu, Arif salah satu pemuda Kota Palopo yang juga aktif sebagai Wakil Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Palopo juga turut mempertanyakan komitmen Kapolres Palopo dalam menjaga serta menindak oknum yang diduga melakukan ilegal mining atau Pertambangan Tanpa Izin (PETI).

Arif mengatakan bahwa keberadaan PETI di Latuppa adalah wajah supremasi penegakan hukum yang tebang pilih, pasalnya belum lama ini Polres Palopo telah menangkap salah seorang warga di Sampoddo karena diduga menjadi pemilik tambang galian C ilegal. Namun diwaktu yang sama juga melakukan pembiaran terkait aktivitas kegiatan tambang galian C di Latuppa, padahal keduanya diduga tidak memiliki izin dan tentu saja tidak adil.

“Saya dan sejumlah masyarakat yang risih atas keberadaan tambang galian C, telah mengagendakan untuk menyampaikan aspirasi didepan Polres Kota Palopo,” tutupnya. (RA)

Gladys Nabila Avatar

Artikel Menarik Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *