PALOPO, ACTANEWS.CO.ID โ Seorang pria bersenjata tajam berupa parang mendatangi dan memanjat pagar rumah pribadi Wali Kota Palopo, Hj. Naili Trisal, pada Jumat (24/4/2026) malam. Aksi tersebut terekam video dan viral di media sosial, memicu heboh di kalangan warga.
Dalam rekaman berdurasi lebih dari dua menit yang diunggah ke Facebook oleh akun Nirwana Kahar, terlihat pelaku datang mengendarai sepeda motor sambil membawa parang. Ia kemudian memanjat pagar rumah sambil menunjukkan gestur mengancam ke arah dalam kediaman.
Kejadian terjadi di rumah pribadi Wali Kota Palopo yang berlokasi di Jalan Dahlia I, Kelurahan Tompotikka, Kecamatan Wara, Kota Palopo. Indra Ilham, driver pribadi Naili Trisal yang saat itu berada di dalam rumah, melaporkan insiden ke Polres Palopo melalui Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) dan Propam.
Menurut Indra Ilham, saat kejadian ia mendengar pelaku berteriak dari luar pagar sambil membawa benda yang diduga parang.
โManaki Ta****o, keluarko,โ ujar Ilham menirukan teriakan pelaku tersebut saat memberikan keterangan di kepolisian.
Unggahan video tersebut menyebut aksi nekat ini diduga terkait ketidakpuasan atas hasil seleksi jabatan direksi di lingkungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), khususnya Perumda Air Minum Tirta Mangkaluku (PAM-TM) Palopo periode 2026-2031. Pelaku disinyalir merupakan kerabat salah satu kandidat yang gagal dalam proses seleksi tersebut.
Sebelumnya, pada Selasa (22/4/2026), Wali Kota Palopo Hj. Naili Trisal secara resmi membuka Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) dalam rangka seleksi terbuka direksi PAM-TM periode 2026โ2031 di Makassar.
Dalam arahannya, Naili menegaskan pentingnya proses seleksi yang objektif, transparan, dan bebas dari intervensi. Proses seleksi tersebut kini memasuki tahap akhir, dengan lima besar calon direksi telah ditetapkan dan akan menjalani tahapan lanjutan.
Kapolres Palopo AKBP Dedi Surya Dharma, melalui pesan singkat pada Sabtu (25/4/2026), menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut.
โInformasi awal seperti itu, ini baru mau diklarifikasi ke dugaan anggota, dan juga minta keterangan saksi-saksi yang lihat,โ ujarnya.
Praktisi hukum Sahrul SH menilai aksi intimidasi tersebut sebagai perbuatan yang sangat tidak patut dan berpotensi melanggar ketertiban umum serta hukum pidana. Ia mendesak kepolisian untuk menangani kasus ini secara profesional, cepat, dan proporsional tanpa pandang bulu.
โKejadian seperti ini tidak boleh dibiarkan. Aparat penegak hukum harus segera melakukan penyelidikan menyeluruh, mengamankan pelaku, serta memastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur. Intimidasi terhadap pejabat publik, apalagi di kediaman pribadi, dapat menciptakan rasa tidak aman dan merusak iklim demokrasi,โ ujar Sahrul SH.
Sahrul juga menyayangkan jika pelaku ternyata melibatkan oknum aparat, karena hal tersebut akan semakin merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara. Ia menekankan pentingnya transparansi dalam penanganan kasus ini agar spekulasi liar di media sosial tidak semakin berkembang.
Saat ini, pengamanan di sekitar kediaman Wali Kota Palopo telah diperketat guna mengantisipasi gangguan lebih lanjut. Warga diminta tetap tenang dan menghindari spekulasi liar di media sosial sambil menunggu hasil penyelidikan resmi dari kepolisian.
Polres Palopo masih mendalami motif pasti pelaku dan identitas lengkapnya. Proses klarifikasi terhadap saksi dan bukti video terus dilakukan. (RA)

Leave a Reply