LUTRA, ACTANEWS.CO.ID โ Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo Posko Desa Mulyorejo Kelompok T04-17 menggelar Edukasi Anti Perundungan (Bullying) bagi siswa UPT SDN 160 Mulyorejo II, di Kecamatan Sukamaju Selatan, Kabupaten Luwu Utara, Rabu (30/9/2026) lalu.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai perundungan serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai.
Materi edukasi disampaikan oleh Ulil Amri. T, Nurul Aeny Febrianty Annas, dan Indy Fadillah. Dalam penyampaiannya, para pemateri mengajak siswa untuk mengenali berbagai bentuk perundungan, memahami dampak negatif yang ditimbulkan, serta mengetahui langkah-langkah yang tepat ketika mengalami atau menyaksikan tindakan perundungan, baik di lingkungan sekolah maupun dalam pergaulan sehari-hari. Selama kegiatan berlangsung, para siswa tampak antusias menyimak materi dan penjelasan yang diberikan.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Pada sesi ini, siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan serta berbagi pemahaman mengenai tindakan perundungan yang dapat terjadi di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari. Sesi tersebut menjadi ruang interaktif bagi siswa untuk memahami bahwa setiap tindakan yang merendahkan, menyakiti, atau membuat orang lain merasa tidak nyaman perlu mendapat perhatian serius.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemutaran film pendek bertema perundungan. Tayangan tersebut menjadi sarana refleksi bagi para siswa untuk memahami dampak emosional yang dapat dialami oleh korban perundungan. Suasana haru menyelimuti ruangan ketika beberapa siswa tampak tak kuasa menahan tangis setelah menyaksikan film tersebut. Momen ini menunjukkan bahwa edukasi melalui media visual dapat membantu siswa memahami pentingnya empati dan kepedulian terhadap sesama.

Sebagai penutup, mahasiswa KKN mengajak seluruh peserta untuk berkomitmen tidak melakukan perundungan, tidak mendukung tindakan perundungan, serta berani mengambil sikap dengan melaporkan kepada guru atau pihak yang dapat membantu apabila menemukan kejadian serupa. Komitmen ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya saling menghormati, menyayangi, dan menjaga satu sama lain di lingkungan sekolah.
Kepala UPT SDN 160 Mulyorejo II menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan edukasi tersebut. Kegiatan ini dinilai penting untuk memberikan pemahaman sejak dini kepada siswa mengenai dampak negatif perundungan serta pentingnya membangun hubungan pertemanan yang sehat.
Apresiasi juga disampaikan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) atas inisiatif mahasiswa KKN yang tidak hanya menyelenggarakan kegiatan, tetapi juga terlibat langsung sebagai pemateri dalam menyampaikan edukasi kepada para siswa.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UIN Palopo Posko Desa Mulyorejo berharap agar pesan antiperundungan yang disampaikan tidak hanya dipahami selama kegiatan berlangsung, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah untuk meningkatkan kesadaran seluruh warga sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah anak, bebas dari perundungan, serta mendukung tumbuh kembang siswa secara positif. (RA)

Leave a Reply