PALOPO, ACTANEWS.CO.ID – Tidak lama lagi masyarakat Luwu Raya memperingati Momentum Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) yang secara bersama peringatan tersebut harus menjadi titik urgensi dalam perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya. Sebab, Luwu Raya telah menjadi daerah yang kaya akan sumber daya alam dan memiliki tanah leluhur yang sangat subur.
Hal itu disampaikan oleh PC PMII Palopo kepada seluruh pimpinan daerah se-Luwu Raya, Tokoh Pemuda, Mahasiswa, Tokoh Agama serta Tokoh Adat untuk ikut serta dalam menyeruakan pembentukan Provinsi Luwu Raya.
Menurut PC PMII Palopo, pembentukan Provinsi Luwu Raya diharapkan dapat meningkatkan akses yang kuat terhadap anggaran pembangunan dan kewenangan otonomi daerah yang lebih luas dan efektif, sehingga dapat mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat di Tana Luwu.
Hari perlawanan rakyat luwu bukan hanya sebagai ajang musiman yang di peringati setiap tahunnya,akan tetapi menjadi sentrum dan spirit serta nilai moral dan juang masyarakat luwu yang mampu bersaing secara ekonomi dan gagasan pembangunan yang inklusif sesuai dengan simbolnya Wanua Mappatuo Na Ewai Alena” adalah semboyan atau filosofi Bugis-Luwu yang berarti “Negeri yang Menghidupi Rakyatnya dan Berdiri di Atas Kaki Sendiri.
Luwu Raya memiliki potensi ekonomi yang signifikan, terutama di sektor pertanian,persawahan dan pertambangan. Sektor-sektor ini berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah sehingga harus ada poros baru yakni pemekaran provinsi luwu raya yang akan menjadi cikal bakal lahirnya kemakmuran serta kejayaan dan kemandirian sumber daya alam yang di kelolah di tanah luwu
Maka dari itu, PC PMII Palopo mengajak seluruh masyarakat luwu raya untuk menjadikan hari perlawanan rakyat luwu sebagai simbol perlawanan yang positif,menyampaikan aspirasi dan bersuara di seluruh penjuru tanah luwu untuk menjadikan tanah luwu ini sebagai Provinsi Luwu Raya. (RA)

Leave a Reply