LUTIM, ACTANEWS.CO.ID โ Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 77 UIN PALOPO di Desa Lamaeto, Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur, menunjukkan komitmen pengabdian melalui pembangunan infrastruktur dan penguatan nilai-nilai sosial masyarakat.
Diketahui, sejumlah program kerja telah dilaksanakan, di antaranya pembangunan gapura desa, pembuatan peta desa, dan pemasangan tanda pengenal Tempat Pemakaman Umum (TPU). Pembangunan gapura menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam memperkuat identitas desa dan memperindah lingkungan, serta mendapatkan apresiasi dari pihak terkait.
Selain pembangunan fisik, KKN Kelompok 77 juga menyelenggarakan Seminar Moderasi Beragama bertema โMerawat Warisan Kerukunan: Menjaga Harmoni dan Keindahan Toleransi di Desa Lamaeto.โ Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kantor Desa Lamaeto pada Sabtu (10/10/2026) ini menghadirkan Muhammad Saipullah Caniago, S.Pd., M.Pd., selaku Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Angkona sebagai narasumber.
Seminar tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kerukunan, menghargai perbedaan, dan memperkuat toleransi di tengah keberagaman.
Raih Apresiasi dari Pemerintah dan Tokoh Masyarakat
Program pengabdian KKN Kelompok 77, baik pembangunan gapura maupun penyelenggaraan seminar, mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Perwakilan Pemerintah Kecamatan Angkona menyampaikan, โKami sangat mengapresiasi sebesar-besarnya kepada adik-adik mahasiswa KKN dari UIN Palopo atas kegiatan ini.โ
Sementara itu, Muhammad Saipullah Caniago, S.Pd., M.Pd., selaku narasumber sekaligus Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Angkona, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat di tengah masyarakat yang majemuk, khususnya di Desa Lamaeto.
Apresiasi juga disampaikan oleh Pendamping Lokal Desa yang mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN atas kegiatan tersebut. Ia menilai seminar ini sangat berharga karena memberikan ilmu dan manfaat bagi masyarakat.
Apresiasi tersebut menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus menghadirkan kontribusi yang bermanfaat, baik melalui pembangunan infrastruktur maupun kegiatan edukatif yang mendukung kehidupan sosial masyarakat.
โBukan Datang untuk Menyulap, Tapi Menumbuhkan,โ ucapnya.
Seluruh program KKN Kelompok 77 berlandaskan slogan โBukan datang untuk menyulap, tapi menumbuhkan.โSlogan ini mencerminkan semangat mahasiswa untuk belajar bersama masyarakat, mengenali potensi desa, dan mendorong inisiatif yang dapat terus berkembang setelah masa pengabdian berakhir.
Pembangunan gapura, peta desa, dan tanda pengenal TPU menjadi kontribusi dalam aspek fisik, sedangkan Seminar Moderasi Beragama menjadi upaya memperkuat nilai toleransi dan persaudaraan. Keduanya saling melengkapi dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.
Lebih dari sekadar hasil pembangunan dan terlaksananya program kerja, pengabdian KKN Kelompok 77 menjadi bagian dari proses membangun hubungan dan kebersamaan dengan masyarakat Desa Lamaeto. Gapura yang dibangun diharapkan menjadi penanda identitas desa sekaligus pengingat akan kontribusi mahasiswa selama masa pengabdian. Sementara itu, seminar moderasi beragama menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman bahwa perbedaan bukan penghalang untuk hidup berdampingan, melainkan kekayaan yang perlu dijaga bersama.
Pada akhirnya, keberhasilan pengabdian tidak hanya dilihat dari apa yang berhasil dibangun, tetapi juga dari nilai yang ditanamkan dan manfaat yang dapat terus dirasakan setelah mahasiswa kembali ke kampus. KKN Kelompok 77 berharap setiap langkah yang telah dilakukan dapat menumbuhkan semangat gotong royong, kepedulian, dan kerukunan di Desa Lamaeto. Sebab, meskipun masa pengabdian memiliki batas waktu, harapan dan kebaikan yang ditumbuhkan bersama masyarakat diharapkan terus berlanjut.
Melalui berbagai program tersebut, KKN Kelompok 77 berharap dapat meninggalkan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Lamaeto. Pengabdian ini menjadi bukti bahwa perubahan dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan bersama melalui kepedulian, kolaborasi, dan semangat gotong royong.
KKN Kelompok 77 Desa Lamaeto: membangun infrastruktur, menumbuhkan kesadaran, merawat kerukunan, dan mengabdi bersama masyarakat. (RA)

Leave a Reply