Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Morowali Utara, Faisal Tahadju Raih Predikat Lulus Baik Sekali di Pelatihan BNPB 2026

Gladys Nabila
A-AA+A++

JAKARTA, ACTANEWS.CO.ID – Guna memperkuat kapasitas daerah dalam menghadapi potensi risiko bencana, Faisal Tahadju, ST., M.Si., C.CTr, CPSE, CSDP, CPS, CNeg, C.MTr, CIB, CPMC yang berpangkat Pembina, IV/a selaku Penelaah Teknis Kebijakan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Morowali Utara, sukses menyelesaikan Pelatihan Perencanaan Kontingensi Bidang Penanggulangan Bencana Angkatan III Tahun 2026.

Pelatihan yang diselenggarakan secara daring oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Pusdiklat PB BNPB) ini berlangsung mulai tanggal 21 hingga 25 September 2026 dengan total durasi mencapai 50 jam pelajaran (JP).

Berdasarkan Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) Nomor: 00003274/DIKLAT TEKNIS/KONTIN_03/PUSDIKLAT-BNPB/2026, Faisal Tahadju dinyatakan lulus dengan predikat “Lulus, Baik Sekali”. Sertifikat kelulusan tersebut ditandatangani langsung oleh Kepala Pusdiklat PB BNPB, Dr. Kheriawan, S.H., M.M.

Selama lima hari intensif, kurikulum pelatihan mencakup 17 materi struktural yang krusial, mulai dari analisis karakteristik bahaya, penyusunan skenario kejadian, asumsi dampak, hingga keterampilan teknis dalam menyusun dokumen rencana kontingensi.

Kesan dan Pesan Selama Pelatihan
Ditemui setelah menerima dokumen kelulusan resminya hari ini (30/10), Faisal Tahadju membagikan pengalaman, kesan, serta harapannya setelah menyelesaikan pendidikan Pelatihan kedinasan Renkon Pusdiklat BNPB 2026 tersebut.

  • Kesan: “Mengikuti pelatihan intensif selama 50 jam pelajaran ini memberikan pengalaman luar biasa. Meskipun dilaksanakan secara daring, metode pembelajaran dari instruktur BNPB sangat interaktif dan aplikatif. Struktur kurikulumnya benar-benar membuka cakrawala baru, terutama dalam merumuskan skenario taktis penanganan darurat yang rigid dan berbasis data lapangan.”
  • Pesan: “Perencanaan kontingensi bukan sekadar dokumen di atas kertas, melainkan instrumen vital penyelamat nyawa dan penentu kecepatan respons saat krisis terjadi. Saya berharap ilmu yang didapatkan ini bisa segera diimplementasikan secara konkret di daerah. Semoga ke depan, sinergi lintas sektor di Kabupaten Morowali Utara semakin kuat dalam menyusun mitigasi dan tata anggaran kebencanaan yang tangguh dan siap pakai.”

Kelulusan dengan hasil memuaskan ini diharapkan mampu membawa dampak positif yang signifikan bagi tata kelola kebencanaan di wilayah Kabupaten Morowali Utara. Melalui integrasi ilmu perencanaan kontingensi (Renkon) yang matang, daerah kini memiliki penguatan SDM teknis yang siap menyusun strategi mitigasi darurat yang lebih responsif, adaptif, serta tepat sasaran demi melindungi masyarakat. (RA)

Pos Terkait

Read Also

101 Siswa se-Luwu Raya Adu Kemampuan di Mathematics Competition 2026 FTIK UIN Palopo

PALOPO, ACTANEWS.CO.ID – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS)...

Cegah Bullying Sejak Dini, Mahasiswa KKN UIN Palopo Kelompok 40 Ajak Siswa SD Berani Peduli & Lapor

LUTRA, ACTANEWS.CO.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN)...

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *