Rencana Event Off-Road di Wilayah II Mamasa Tuai Kritik dari Pemuda & Mahasiswa

|

81 Views

MAMASA, ACTANEWS.CO.ID โ€“ Rencana penyelenggaraan event off-road di Wilayah II Kabupaten Mamasa khususnya meliputi rute Tabone, Nosu, Pana, dan Tabang mendapat kritik tajam dari elemen pemuda dan mahasiswa. Kegiatan yang kerap dikemas sebagai ajang promosi wisata ini dinilai tidak berpihak pada kondisi riil masyarakat setempat dan justru berpotensi memperparah kerusakan infrastruktur jalan.

Diketahui, kondisi jalur di wilayah tersebut selama ini dikenal memprihatinkan dan kurang mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Kehadiran event off-road dianggap bukan solusi, melainkan panggung yang mempertontonkan boroknya tata kelola infrastruktur di Mamasa.

Kader Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Makassar, Melkias, yang juga merupakan pemuda asli Nosu, memberikan tanggapan keras terkait rencana ini. Menurutnya, pemerintah daerah seolah menutup mata terhadap fungsi utama jalan sebagai urat nadi perekonomian warga yang mayoritas adalah petani dan penyedia jasa angkutan (mobil travel).

“Kegiatan off-road ini bukan hanya berpotensi merusak jalan, tetapi secara telanjang mempertontonkan betapa jeleknya jalanan yang tidak terurus oleh pemerintah di Wilayah II Mamasa. Jalur Tabone, Nosu, Pana, dan Tabang itu jalur ekonomi warga, bukan sirkuit mainan,” tegas Melkias saat diwawancarai, (22/05/2026).

Melkias juga menyoroti dampak ekonomi langsung yang akan dirasakan masyarakat jika jalur tersebut dipaksakan menjadi rute komodifikasi hobi trabas tersebut.

“Dominasi warga di sana adalah petani yang bergantung pada kelancaran arus logistik untuk menjual hasil bumi. Begitu juga dengan teman-teman sopir travel yang mencari nafkah di sana. Jika jalan semakin rusak akibat event ini, pertumbuhan ekonomi daerah jelas akan terhambat,” tambahnya.

Skeptis Terhadap Kualitas Beton
Selain masalah aksesibilitas, kekhawatiran besar juga tertuju pada daya tahan infrastruktur beton yang baru saja dibangun di beberapa titik di wilayah tersebut. Melkias menyatakan skeptis terhadap kualitas proyek pengerjaan jalan yang ada saat ini. Jika dilewati oleh kendaraan-kendaraan berat khusus off-road, bukan tidak mungkin fasilitas publik yang dibiayai uang rakyat tersebut akan hancur sebelum sempat dinikmati secara maksimal oleh warga.

“Kami sangat skeptis dengan kualitas beton yang telah dibangun. Jika event ini tetap dipaksakan berjalan, beton-beton tersebut kemungkinan besar akan rusak total. Pemerintah harusnya mengevaluasi dan merawat infrastruktur demi rakyat, bukan membiarkannya hancur hanya demi ego sebuah event,” tutup Melkias.

Melkias mendesak pemerintah daerah Kabupaten Mamasa dan pihak panitia penyelenggara untuk meninjau ulang atau membatalkan event tersebut, serta mengalihkan fokus anggaran dan kebijakan pada perbaikan jalan yang berkeadilan bagi seluruh masyarakat Wilayah II Mamasa. (RA)

Gladys Nabila Avatar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *