MAROS, ACTANEWS.CO.ID – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Maros bersama Pengurus Cabang Ikatan Alumni PMII (IKA-PMII) Kabupaten Maros menggelar kegiatan Halal bi Halal dan Silaturrahim yang berlangsung di Aula Perpustakaan Daerah Kabupaten Maros, Rabu (1/4/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Memperkuat Silaturrahim, Membangun Harmoni: Semangat Juang Gerakan PMII Maros” ini dihadiri oleh ratusan kader aktif dan Alumni PMII Maros lintas generasi, sebagai ruang temu sekaligus refleksi gerakan.
Ketua PC PMII Kabupaten Maros, Alif Al Isra, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kaderisasi sebagai fondasi utama organisasi.
Ia menyampaikan bahwa proses kaderisasi telah menjadi ruang yang mempertemukan seluruh kader dalam satu ikatan perjuangan.
“Kaderisasi yang mempertemukan kita, sebagai kader PMII. Dari proses itulah lahir kesadaran kolektif, rasa memiliki, dan semangat juang untuk terus berkhidmat kepada organisasi, umat dan bangsa,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PC IKA-PMII Kabupaten Maros Abrar Rahman, menekankan pentingnya menjaga kolektivitas sebagai bagian dari warga pergerakan.
Abrar menyampaikan dua hal penting terkait peran PMII dan Alumni yaitu PMII adalah organisasi tempat berproses, dan ruhnya adalah kaderisasi. Sehingga, kader harus serius belajar atau berproses di PMII, sebab kampus berikutnya adalah PMII itu sendiri.
“Peran strategis IKA-PMII sebagai wadah alumni dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat,” kata Ketua PC GP Ansor Maros 2017-2021 itu.
Abrar berharap semoga kedepannya IKA PMII Maros akan menggagas program Sahabat Pangan kolaborasi berbagai pihak, dan inisiatif mendorong suksesnya program Pemkab Maros yaitu dengan satu pesantren satu produk UMKM sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah daerah.
Selain itu, Abrar juga menegaskan bahwa PMII harus tetap menjaga posisinya sebagai mitra kritis pemerintah yang tetap independen dan merdeka dalam membela dan mengadvokasi kepentingan rakyat.
“Tetaplah jadi oposisi sejati dan selalu setia digaris rakyat. ‘Didik rakyat dengan organisasi, didik penguasa dengan kritik’, mengutip perkataaan Pramoedya Ananta Toer,” tegasnya.
Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh Rais Syuriah PCNU Kabupaten Maros yang juga Ketua MUI Maros Anregurutta Drs. KH. Syamsul Khalik, yang memberikan penguatan nilai-nilai keislaman serta pentingnya menjaga ukhuwah dalam kehidupan berorganisasi dan bermasyarakat. (RA)

Leave a Reply